Perjuangan Membangun Bisnis Mahla Hijab

Posted by ikmahikmeh Senin, 04 Januari 2016 0 komentar
Karangan Bebas Hikmah Prihatini-Entrepreneur Perjuangan Membangun Bisnis Mahla Hijab Assalammu’alaikum ukhti sholihat, berikut ini adalah cerita perjuangan saya dan satu orang sahabat yang ingin memiliki usaha di bidang fashion khususnya hijab syar’i. Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat untuk yang mau memulai bisnis hijab. Perkenalkan nama saya Hikmah Prihatini dan sahabat saya Nurmala. Awalnya kami memikirkan nama untuk brand hijab kami mulai dar lollipop hijab, HN hijab, dan lainnya sampai pada akhirnya kami memilih nama Mahla Hijab yaitu singkatan nama kami berdua. Setelah menentukan nama Mahla, kami mendiskusikan biaya untuk belanja pertama dan kami memiliki modal awal sebesar 600 ribu. Kami belanja pertama kali pada tanggal 22 Mei 2015. Belanja pertama kali tidak seperti yang kami bayangkan, banyak kendala yang kami lalui. Perjalanan menuju pasar pertama kalinya karena sebelumnya belum pernah ke sana. Kami benar-benar tidak tahu jalan, tapi kami ingin mencari tahu dan bertanya-tanya kepada satpam, naik kereta lanjut dengan angkutan umum dan sampai pasar pun masih nyasar dan bertanya-tanya pada penjual di pasar. Kami mencari-cari blok menurut saran dari orang-orang yang kami tanyakan dan salah blok dalam mencari bahan untuk dibeli. Dan pada belanja pertama kami tidak menemukan bahan yang kami tuju alhasil membeli bahan yang salah yaitu bahan katun yang harganya cukup mahal namun saat itu kami masih berpikir bahwa itu bahan yangg murah dan kami juga membeli bahan pashmina murah namusn sangat tipis. Kami juga melakukan kesalahan lainnya, saat itu kami membeli plastik untuk bungkusnya terlalu besar dan neci jilbabnya juga mahal. Tetapi itulah pengalaman kami, kalau saat awal belanja langsung mendapat apa yang kami cari, maka sangatlah jelas kami tidak akan mendapatkan pengalaman yang berarti. Selang satu bulan dari belanja pertama, kami melanjutkan perjalanan untuk belanja kedua. Untuk menuju pasar, terdapat kendala yaitu hp sahabat saya jatuh dan LCDnya retak, kemudian kam berencana membetulkan lcd hp tersebut setelah pulang dari pasar. Kami berdesak-desakan di kereta, tapi Alhamdulillah kami naik di tempat wanita jadi tidak bersentuhan dengan laki-laki. Di pasar, kami masih belum ingat juga dimana letak blok-blok yang telah kami beli pada belanja sebelumnya. Setelah itu, kami kembali pulang dan menuju tempat service hp, dan ternyata mahal sekali harus bayar 400 ribu hampir sama dengan modal awal usaha bisnis hijab ini. Akhirnya temanku tidak jadi memperbaiki hpnya dan membawa hp tersebut ke saudaranya saja. Pada kesempatan ketiga belanja di bulan September 2015, kami pertama kalinya berangkat belanja dari kampus padahal sebelumnya berangkat dari rumah masing-masing dan mencari hari saat libur. Karena adanya orderan 10 khimar syar’i kerudung motif bunga-bunga bolak-balik maka kami sangat antusias untuk segera memenuhi orderan yang paling banyak tersebut. Dari kampus di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta langsung menuju stasiun UI. Saat ini Alhamdulillah kami tidak desak-desakan karena memang bukan jamnya orang-orang pergi kerja. Dan setelah sampai stasiun yang dituju, sahhabat saya Nurmala kehilangan kunci motornya alhasil Nurmala kembali lagi ke stasiun UI dan menuju Masjid UI tempat dimana kami menitipkan motor. Ia meminta pamannya untuk membawakan kunci duplikat karena satpam pun tidak menemukan kuni motor tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya saya ke pasar sendiri untuk belanja produk Mahla Hijab. Saya benar-benar harus mengingat jalan di pasar sendiri dan juga terburu-buru karena memikirkan sahabat saya yang kehilangan kunci motor, karena di pasar tidak ada sinyal. Saya berjalan secepat-cepatnya. Akhirnya jam 4 sore hikmah sudah sampai di Masjid UI lagi dan kami pulang ke rumah masing-masing. November 2015, Banyak pengalaman dan waktu yang kami lalui untuk mencari pembelajaran selain di tempat kuliah. Keinginan untuk dapat memiliki bisnis sendiri semakin lama semakin jelas arahnya walau begitu banyak rintangan yang kami lalui. Kami juga begitu antusias untuk mengikuti lomba business plan padahal bisnis kami belum terlalu berjalan dan omset yang masih naik turun. Kami juga jarang sekali mengupdate info di facebook, twitter, instagram dan blog karena kami sibuk dengan UTS atau UAS. Namus setelah UTS dan UAS berakhir, kami berjuang kembali. Saya sangat ingin sekali mengikuti lomba dan menjadi juara dan juga menjadi pembicara pengusaha sukses akhirnya saya mengajak teman saya (Nurmala dan Anis Fitriah) untuk mengikuti lomba business plan yang pernah Mahla hijab ikuti adalah Economi Sharia Event di FSH UIN Jakarta dan kami menjadi terbaik urutan ke-5. Kemudian Lomba business plan kedua di FIB UI kami menjadi terbaik ke 4. Allah menginginkan saya untuk belajar dari pengalaman presentasi di depan para juri dahulu untuk menuju mimpi saya menjadi pengusaha yang sukses. Desember 2015, setelah kuis mata kuliah Matematika Ekonomi kami mencari pengalaman baru mengenai penerapan ekonomi yaitu ikut serta dalam kegiatan UINPreneur dengan membuka stand bazar di Auditorium Harun Nasution. Kami membawa kerudung-kerudung yang kami jual dan kami letakkan di meja bazar, tidak disangka stok barang kami sudah lumayan banyak dan hampir tidak muat di meja yang disediakan oleh panitia. Kami juga membuat X-Banner Mahla Hijab Fokus Syar’i, membuat kartu nama sampai membuat atribut untuk foto di x-banner kami. Kerudung-kerudung tersebut merupakan hasil putaran dari modal yang kami keluarkan sebesar 1,1 juta. Kami beberapa kali belanja dan berangkatnya sudah agak siang, sampai maghrib pun kami masih di dalam pasar dan belum selesai neci semua bahan yang telah dibeli. Sangat gelap sekali, hanya hitungan jari jumlah orang yang ada di dalam pasar. Kami juga pernah mendapatkan bahan yang tidak sesuai ukurannya karena itu juga kesalahan kami yang tidak teliti saat mebeli. Hal lainnya kami pernah ingin meneci dan abang yang necinya bilang satu hari telah selesai, namun ketika besok ingin diambil, 1 kerudung pun belm dineci olehnya. Kami sangat kecewa dan saya memutuskan untuk membatalkan neci ditempatnya. Saat ingin mengambil kerudung neci tersebut kami sedikit takut abangnya marah karena kerdung itu sudah selama dua minggu tidak kami ambil karena sibuk UAS. Terakhir kami belanja yaitu tanggal 29 Desember 2015, Alhamdulillah saya sudah ingat jalannya dan tidak salah jalan. Kami membuat promo akhir tahun. Kemudian terjual 20 kerudung bolbal dan pemasukan terbesar di bulan Desember. Bulan Januari 2016, merekrut reseller dan mengikuti seminar oleh pakar SEO. Dengan jargon Go Online Or You Die ! Inilah pengalaman kami dalam merintis usaha mahla hijab spesialis khimar bolak-balik yang insyaAllah fokus Syar’i. Ini merupakan motivasi bagi diri kami untuk senantiasa memperbaiki diri dan berhijab syar’i serta mengajak seluruh muslimah untuk berhijab karena berhijab adalah kewajiban. Salah dan khilaf kami mohon maaf, mohon saran dan kritiknya, semoga dapat menjadi tulisan yang bermanfaat untuk ukhtifillah yang ingin memulai bisnis hijab. Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hikmah dan Nurmala (Mahla Hijab)

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Perjuangan Membangun Bisnis Mahla Hijab
Ditulis oleh ikmahikmeh
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://ikmahikmeh.blogspot.com/2016/01/perjuangan-membangun-bisnis-mahla-hijab.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

credit for cara membuat email - Copyright of prihatini hikmah.