ketika dipanggil dengan sebutan mamah

Posted by ikmahikmeh Senin, 13 Januari 2014 0 komentar


Mahh? Mamah?? Mamah hikmah??? Oh tidaakkk... bagaimana rasanya kalo usia kamu yg belum genap  19tahun di panggil dengan kata “mamah” dan di anggap pacar daddynya oleh anak usia 5 th yg masih polos2nya?  -_-   duuuhhh  udah ky di sinetron #zzzzzzzz murid baru
Begini ceritanya : sore hari di ruang tamu rumah tetangga setelah mengajar iqro. Yap, tetangga dekatku ini meminta aku untuk mengajarkan anaknya mengaji. Aku sudah cukup lama mengenalnya. Aku masih ingat sekitar 10 tahun yang lalu ketika tetanggaku memetik jambu biji di pohon miliknya untuk diberikan kepadaku. Hmm.. saat kecil aku memang sering main dengannya sampai aku menganggap mas rio adalah kakakku sendiri. Namun, saat dia kuliah dan aku SMP.. batang hidungnya sudah jarang kulihat L. => Mas ri membuka pembicaraan dengan bercerita bahwa istrinya meninggal dunia 1 minggu lalu karna sakit jantung. Karena itulah, ia kembali tinggal di rumah orang tuanya. “Hikmah, istriku berpesan bahwa dia ingin anak kami pandai beragama, karna info dr ibuku, aku meminta hikmah untuk mengajar mengaji ” setelah mas ri bercerita cukup panjang.. tiba2 mas ri bertanya “rambutmu masih pirang seperti dulu, Mah ?” sebelum aku menjawab.. Mendengar kata “MAH” anaknya pun refleks berkata : Mah? Mamah?? Mamah ?? daddy.. ini pacar daddy?? Dad.. sana pacaran dad..  JLEBB, mendengar ucapan adit, aku sedikit bingung harus jawab apa dan mungkin wajahku sangat pucat sore tadi, :D namun cepat2 ku tanggapi.. “bukaan.. bukan adiit.. nama aku hikmah.. kak hikmaahhhh”. Tapi adit tetap saja berkata mamah mamah sambil mendorong daddynya agar duduknya  mas ri lebh dekat dgn aku. Ya ampun.. anak 5 tahun ini sudah mengerti pacaran >_<. Mas ri hanya diam saja, masih terlihat aura kesedihannya.. aku juga gak tega melihatnya lemas seperti itu. Adit yg mendorong2nya pun tidak ia tanggapi L. “dit.. aditt.. aku hikmah.. kak hikmah, aku bukan pacarnya daddy.. aku gak boleh pacaran adiitt sama mama akuuu” dengan jawaban itu, ku harap adit bisa duduk tenang kembali—tapi malah mas ri yang  kembali bertanya : “gak boleh pacaran?? Sampe kapan?? Aku: zzzzz iya iya, sampe aku lulus mas.. _Hening_ selanjutnya ia bertanya mengenai kuliahku, jurusan, semester sampai dengan ongkos perhari. Oh ya, sebelum aku pulang, mas ri minta tolong kepadaku untuk memotong kuku adit.. dan sore itu aku diberikan uang tambahan selain bayaran privat ngaji.. Entahlah bagaimana sikap adit selanjutnya :I semoga saja dia lupa dengan apa yg terjadi sore tadi. -_-“


Qothrun : ahaha, gw juga masih kebayang2 nih trun.. buat ngaji besok2nya..  daddynya gak minta kok :D Cuma tadi pas gw bilang : sini.. aditt aku potongin kukunya.. tapi pas gw liat kuku gw sendiri , “eh kuku aku juga panjang2 nih dit”.. daddynya malah ngejawab : kamu bisa potong sendiri kan? Gak harus aku? –nada ngeledek  Ahaha ini nyataaa >_<”
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: ketika dipanggil dengan sebutan mamah
Ditulis oleh ikmahikmeh
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://ikmahikmeh.blogspot.com/2014/01/ketika-dipanggil-dengan-sebutan-mamah.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

credit for cara membuat email - Copyright of prihatini hikmah.