Dulu…ingatkah kau kawan..
Awal kita berkenalan..
Entah kenapa aku langsung merasakan kedekatan..
Padahal diantara kita belum pernah terjadi pertemuan..
Tapi mungkin karena kita sama-sama orang dari perantauan..
Dulu…aku kagum karena kau punya banyak kesibukan..
Katamu kuliah itu tak boleh hanya kuliah-kost-kantin+pacaran..
Kau bahkan aktif hampir di semua organisasi kemahasiswaan..
Jabatan yang kau pegang pun bukan jabatan sembarangan..
Hingga semua orang yang kau temui selalu memberi pujian..
Di kalangan rohis kau bahkan menjadi ikhwan pujaan..
Masih kuingat…
Dulu kau begitu teguh menjaga hijab..
Dulu kau begitu kuat menjaga pandangan yang khianat…
Tapi sekarang aku melihatmu tak lagi malu saling melihat..
Bahkan tak lagi menjaga pada mereka yang suka mengumbar aurat…
Dulu kau anti sentuhan wanita…
Jika tersentuh pun kau langsung mensucikannya..
Tapi kenapa sekarang kau tak malu jalan beriringan dengan mereka?
Bahkan kau tak segan berboncengan motor berdua..
Dulu kau agresif mengajakku ikut kajian pekanan..
Minimal ikut dulu ta’lim bulanan…
Kau bilang itu penting sebagai penjaga iman..
Agar tak mudah jatuh dalam godaan syaitan…
Tapi kenapa sekarang kulihat kau malah jarang datang?
Konon kudengar liqo-mu sudah lama tak berjalan..
Bahkan amanah-mu pun sudah mulai kau abaikan..
Apakah kini kau mulai futur kawan?
Jika ku ajak kau selalu menghindar dengan berbagai alasan…
Dulu kau banyak bercerita tentang indahnya perjuangan…
Kau bilang dakwah ini adalah sesuatu yang sangat menyenangkan..
Tapi kenapa kini kau memilih untuk mundur ke belakang?
Dan kau memilih bergabung bersama mereka yang telah berguguran..
Dijalan dakwah yang telah banyak memberimu kenangan?
Duhai kawan..
Mana ilmu-ilmu kajian yang dulu sering kita diskusikan?
Apakah semua itu telah hilang tanpa bekas ditelan kefuturan?
Bahkan tak bersisa sedikitpun hingga kau tenggelam dalam kemaksiatan?
Saat kutanya kau hanya memberi jawaban..
Bahwa kini kita tak lagi sama sepemikiran..
Kita kini telah berbeda haluan dan tujuan…
Kesibukan sana sini membuatmu kelelahan dan kehabisan waktu luang..
Itu membuatmu jarang berkumpul dengan teman seperjuangan..
Hingga akhirnya godaan tak mampu membuatmu bertahan..
Ah…apakah ini akhir dari jalinan persaudaraan?
Hingga akhirnya kita harus saling berjauhan?
Aku merindukanmu kawan…
Dibarisan para pejuang…
Di kajian pekanan kita yang telah sering kau lewatkan..
Di tengah waktu saat kita saling menjaga bacaan alqur’an..
Disaat kita saling menyetor hafalan..
Dan disaat kita saling mengingatkan dalam kebaikan..